Pengembangan Desa Wisata

June 12, 2017 Add Comment
Ilustrasi : Sebuah Kawasan Desa Wisata di Yogyakarta

Desa Wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai ketrampilan dan kemampuan masing-masing memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya Sapta Pesona sehingga tercapai peningkatan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Desa Wisata merupakan kelompok swadaya dan swakarsa masyarakat yang dalam aktivitas sosialnya berupaya untuk meningkatkan pemahaman kepariwisataan, mewadahi peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan di wilayahnya, meningkatkan nilai kepariwisataan serta memberdayakannya bagi kesejahteraan masyarakat, keikut sertaan dalam mensukseskan pembangunan kepariwisataan.

Desa Wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata di wilayah mereka agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi para wisatawan yang berkunjung, serta memiliki kesadaran akan peluang dan kesiapan menangkap manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Tujuan dari pembentukan Desa Wisata untuk meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di daerah, membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di daerah dan manfaatnya bagi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di masing-masing daerah.

Fungsi Desa Wisata merupakan sebagai wadah langsung bagi masyarakat akan kesadaran adanya potensi Wisata dan terciptanya Sapta Pesona di lingkungan wilayah di destinasi wisata dan sebagai unsur kemitran baik bagi Pemerintah propinsi maupun pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam upaya perwujudan dan pengembangan kepariwisataan di daerah.

Adapun Kriteria pengembangan Desa Wisata adalah adanya 4A + C1 yaitu :

  1. Memiliki Attraction/atraksi wisata unggulan
  2. Memiliki Amenities/Kelembagaan
  3. Memiliki Aksesibilitas/Sarana-Prasarana yang memadai
  4. Memiliki Ancilliries/Akomodasi wisata pendukung
  5. Memiliki Community Involvement/Keterlibatan Masyarakat

Adapun langkah-langkah pengembangan Desa Wisata dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :

Petakan wilayah dengan mengidentifikasi potensi alam, sosial, budaya yang ada di desa serta dengan mengatur peruntukan wilayah desa dengan membagi wilayah menjadi Utama, Madya dan Nista. Menata wajah desa dengan memperbaiki fasilitas umum, pemukiman, Pura, kuburan serta yang lebih penting membaskan wilayah kita dari sampah terutama plastik.

Siapkan Sumber Daya Manusia, Kelembagaan, dan Jaringan

  • Buat aturan main pengelolaan Desa Wisata
  • Bentuk Badan Pengelola
  • Rancang program kerja (pendek, menengah dan panjang)
  • Kembangkan jaringan dan kerja sama

Ada beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan Desa Wisata diantaranya :

Kendalikan kepemilikan lahan dengan kontrol tetap di desa:

  1. Tumbuhkan jiwa bersaing sehat
  2. Setia pada proses awal pengembangan Desa Wisat dan jangan beranggapan bahwa Desa Wisata dapat berjalan secara instant.
  3. Hendaklah bergerak secara bersama antara dinas dan adat
  4. Tetap seperti semula dan jangan berubah karena menjadi desa wisata serta yang terpenting dengan selalu menjaga kahuripan Bali.

Prinsip Perencanaan Partisipatif dalam Pengembangan Desa

June 12, 2017 Add Comment

Pengembangan Desa ada yang menganut Prinsip-prinsip Participatory Rural Appraisal (PRA). Prinsip PRA merupakan filosofi dasar metode PRA. Prinsip ini memuat sikap dan pandangan kita tentang cara mengembangkan program pembangunan yang bercita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan menghormati sesama.

  1. Pemberdayaan, yaitu penguatan kemampuan yang telah ada dan pengalihan kemampuan baru kepada masyarakat. Penguatan masyarakat dilakukan dengan cara mendorong mereka melaksanakan semua tahap kegiatan sebagai proses saling belajar. Mengutamakan yang terabaikan, yaitu memperhatikan kelompok masyarakat yang terpinggirkan seperti kelompok miskin, lemah terabaikan dan minoritas. Selain itu, juga berpihak kepada kelompok perempuan yang paling sedikit mendapat kesempatan menjadi pelaku aktif pembangunan.

  2. Masyarakat sebagai pelaku utama dan pihak luar sebagai fasilitator, bahwa pihak luar memfasilitasi dan saling bertukar pengalaman dengan masyarakat, bukan mengajari, menggurui, menyuruh dan mendominasi kegiatan. Peran pihak luar akan berkurang secara bertahap.

  3. Saling belajar dan menghagari perbedaan, bahwa semua pihak dapat saling menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya untuk mengkaji pemecahan masalah yang tepat guna. Mengakui nilai pengetahuan tradisional, dan pihak luar juga terbuka untuk belajar dari cara masyarakat memecahkan masalah.

  4. Mengoptimalkan hasil, yaitu terus menerus memperbaiki lingkup dan mutu kajian informasi melalui pemahaman optimal dan kecermatan yang memadai. Pemahaman optimal dipahami, bahwa informasi yang dikumpulkan dianggap cukup menggambarkan keadaan waktu. Kecarmatan yang memadai diartikan, bahwa informasi yang dikumpulkan dapat dianggap mendekati benar. Orientasi praktis, bahwa penerapan PRA bukan hanya untukmenggali informasi, melainkan juga untuk merancang programbersama yang ditekankan pada penguatan kemampuan swadaya masyarakat.

  5. Keberlajutan dan waktu selang, bahwa pengembangan program berlangsung menurut daur program (yang berulang) dalam jangka waktu tertentu. Selama berproses akan selalu terjadi keadaan dan permasalahan yang selalu mengalami perubahan.

  6. Terbuka, bahwa PRA bukanlah sebuah perangkat yang telah sempurna dan cocok mengingat PRA dirancang kondisional. Dinamika ini akan mengembangkan dan memperkaya pengalaman sebagai sebuah pembelajaran yang berharga.

Konsep Perencanaan Pengembangan Desa

June 12, 2017 Add Comment

Konsep perencanaan pengembangan desa mencakup 5 dimensi sebagai pilar utama yaitu menyangkut tata ruang desa, perekonomian desa, sosial budaya desa, mitigasi bencana, lingkungan hidup.

  • TATA RUANG DESA : rehabilitasi, rekonstruksi dan pengembangan desa. Selain itu, juga mampu menampung pertumbuhan ruang di masa datang secara fleksibel dan mampu menampung kebutuhan perbaikan struktur tata ruang desa melalui konsolidasi lahan (jika diperlukan). Konsep ini sesuai dengan muatan PP no 2 tahun 2005.

  • PEREKONOMIAN DESA : meningkatkan penghidupan masyarakat dan pembangunan sarana ekonomi berbasis potensi lokal, pengembangan usaha mikro, kelembagaan ekonomi dikaitkan dengan sumber daya manusia.

  • SOSIAL BUDAYA DESA : pembangunan pendidikan, sosial dan penguatan adat istiadat setempat dalam rangka pengembangan partisipasi masyarakat yang melibatkan segenap lapisan masyarakat, termasuk di dalamnya kelompok anak-anak pemuda dan wanita.

  • MITIGASI BENCANA : penataan ruang desa dengan fungsi khusus yaitu mitigasi bencana, berupa pembangunan daerah daerah yang rawan bencana dan tempat tempat yang digunakan untuk penampungan evakuasi warga ketika terjadi bencana.

  • LINGKUNGAN HIDUP : penataan lingkungan yang menjaga keseimbangan holistik antara kawasan budidaya dengan kawasan lindung dalam upaya menjaga kelestarian penghidupan sebagian besar masyarakat. Penataan dilakukan juga terhadap pengelolaan di sektor pertanian, termasuk perkebunan, perikanan, kehutanan untuk meminimalisir ketidakseimbangan ekosistem.

Pemberdayaan Desa Melalui Kiprah Pokdarwis

June 11, 2017 Add Comment

Kelompok Sadar Wisata yang lebih keren dikenal dengan POKDARWIS, adalah kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya Sapta Pesona dalam meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan manfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pokdarwis ini merupakan kelompok swadaya dan swakarsa masyarakat yang dalam aktivitas sosialnya berupaya untuk :

  1. Meningkatkan pemahaman kepariwisataan
  2. Meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan
  3. Meningkatkan nilai manfaat kepariwisataan bagi masyarakat/ anggota Pokdarwis
  4. Mensukseskan pembangunan kepariwisataan

Sedikitnya ada 17 Pokdarwis yang ada di Kabupaten Ngawi yang siap untuk mengoptimalkan potensi - potensi di Ngawi. Pokdarwis bukan hanya tentang kesadaran wisata semata, namun akan lebih kepada pemberdayaan dan pembangunan di sebuah desa tersebut.

Pemberdayaan Desa Melalui Kiprah Pokdarwis di Ngawi ini sudah mulai menggeliat. Dengan adanya gebrakan - gebrakan yang cukup memberikan peluang bisnis disambut baik oleh pemerintah daerah dengan menyelenggarakan sosialisasi sadar wisata beberapa waktu lalu.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi semacam ini, tentunya akan semakin memberikan semangat bagi pokdarwis – pokdarwis yang ada di seluruh Kabupaten Ngawi. Pun semakin memantabkan seluruh Kepala Desa di Ngawi dalam memaksimalkan potensi wisata yang ada di daerahnya. Harapan besar akan visi mengembangkan potensi Ngawi melalui wisata pastinya akan mudah terwujud dengan adanya pemberdayaan yang baik serta kesadaran yang tinggi.

Pemberdayaan Desa Melalui Kiprah Pokdarwis tentunya harus menuju terwujudnya Sapta Pesona. Dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan. (kn/cse)

Sumber : KampoengNgawi.com

Pembangunan Drainase Genjot Pertanian Desa Legowetan

June 11, 2017 Add Comment

Negeri ini memang subur. Tanah permai di bentangan khatulistiwa yang tiada duanya di dunia. Ibarat sepenggal surga yang jatuh di bumi, aneka ragam tanaman pangan tumbuh hijau dan segar enak dipandang mata di sini. Belum lagi pepohonan yang rindang, tegak menjulang, menghijaukan belantara hutan di semua wilayah Indonesia.

Barangkali salah satu kepingan surga itu ada di Legowetan ini, salah satu desa dengan jumlah penduduk 3.460 jiwa yang masih dalam wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi.

Desa ini kini sedang gencar melakukan pembangunan di berbagai bidang. Setelah selesai dalam pembangunan jalan paving, talud, gorong-gorong/jembatan, kini sedang menuntaskan pembangunan drainase dalam rangka untuk menggenjot sektor pertanian.

Sudah hampir sebulan sejak droping material, ada sedikitnya 15 orang yang ikut menjadi pekerja sebagai pemecah batu, pengaduk semen, pengusung pasir, tukang pasang dan aneka pekerjaan kuli bangunan lainnya.

“Pada musim hujan drainase di areal sawah ngetok ini sering banjir, mengakibatkan kerugian bagi para petani. Diharapkan setelah drainase selesai dibangun aliran air bisa lancar, pembagian air untuk semua petani bisa efektif dan efisien, karena saluran sebelumnya banyak yang bocor dan mengalir kemana-mana,” terang Tono, petugas pembagi air.

Senada dengan Tono, salah seorang tetua desa yang terlibat dalam proyek tersebut, Sarip, juga menegaskan bahwa pembagian air dari Waduk Pondok untuk mengaliri sawah bukan perkara yang mudah, karena harus adil sehingga tidak terjadi iri antar petani dan harus cepat sehingga petani yang sawahnya luas dan jauh dari saluran tidak merasa dianaktirikan.

“Pembangunan saluran air ini merupakan kelanjutan dari proyek-proyek sebelumnya di beberapa titik yang kini telah selesai dan siap digunakan. Padi yang sudah berumur sekitar 2 bulan, bulir-bulir padi sudah muncul semua atau istilahnya ‘byah’ membutuhkan air agar bulir padi kian berisi”, jelas Arif Pujianto, salah seorang tim pelaksana proyek tersebut

Sementara itu, Ida Dwi Rinawati, kepala desa Legowetan berharap pembangunan ini dapat meningkatkan kesejahteraan warganya. Pembangunan Drainase Genjot Pertanian Desa Legowetan.

“Semoga dengan drainase yang sudah selesai ini, panen padi bisa semakin melimpah, masyarakat Legowetan semakin sejahtera, kemiskinan semakin berkurang” terang Ida kepada tim redaksi.(alfa/yul)

Sumber : KampoengNgawi.com